Kata tercerai berai menjadi pedih.
Tertelan tenggorok berjejal perih.
Bibir tak pula diam terkunci.
Terselip caci,
berteman iri,
dihias dengki,
yang berlari dari nyata yang rusak terusik,
dari fitnah yang telah terbisik,
dari bual yang menggelitik.
Lidah teriris tersayat keji.
Tanpa sadar telinga terbalut tak mendengar lagi.
Mata dibutakan emosi,
terbasuh kalimat dangkal berpeluk belati.
Tertatih,
terkikis,
mati.

0 comments:
Posting Komentar